Analisis Komparatif Karakteristik Tegangan Output Cúk Converter dan Single-Ended Primary Inductance Converter (SEPIC) Terhadap Variasi Duty cycle
DOI:
https://doi.org/10.55600/jipa.v15i1.374Kata Kunci:
Cúk converter, SEPIC, duty cycle, tegangan output, FFT, rippleAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif karakteristik tegangan output Cúk converter dan Single-Ended Primary Inductance Converter (SEPIC) terhadap variasi duty cycle . Kedua konverter dirancang dengan parameter yang sama, yaitu tegangan input 12 V, beban 50 Ω, induktor L1 dan L2 sebesar 1 mH, kapasitor kopling 47 µF, kapasitor output 470 µF, serta frekuensi switching 25 kHz. Pengujian dilakukan melalui simulasi dengan variasi duty cycle dari 0,1 hingga 0,9. Analisis difokuskan pada perubahan tegangan output, bentuk gelombang transien, overshoot, waktu mencapai kestabilan, serta karakteristik spektrum frekuensi menggunakan Fast Fourier Transform (FFT). Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan duty cycle menyebabkan kenaikan tegangan output secara nonlinier pada kedua konverter. Tegangan output Cúk meningkat dari 1,8748 V menjadi 108,3203 V, sedangkan SEPIC meningkat dari 1,8484 V menjadi 108,1663 V. Kedua konverter bekerja sebagai step-down pada duty cycle rendah dan step-up pada duty cycle tinggi. Meskipun nilai tegangan output keduanya relatif sebanding, SEPIC menunjukkan performa yang lebih baik dari sisi kualitas gelombang karena memiliki osilasi lebih kecil, waktu stabil lebih cepat, komponen AC lebih rendah, serta harmonisa yang lebih halus. Sementara itu, Cúk converter menunjukkan ripple dan harmonisa switching yang lebih dominan, terutama pada duty cycle rendah hingga menengah. Dengan demikian, SEPIC lebih direkomendasikan untuk aplikasi yang membutuhkan tegangan DC yang stabil, bersih, dan minim ripple.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 effendi effendi, Farid

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








